Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2017

PENUNGGU RUMAH

Kemarin malam aku bermimpi tentang seorang hantu anak laki-laki yang berada di rumahku, hantu anak laki-laki ini adalah salah satu makhluk penunggu di ruang tamuku. Hantu itu telah berkata padaku bahwa, hantu yang sering terlihat dalam mimpimu adalah nyata dan sepertinya dia ingin merasakan suatu hal yang sama seperti apa yang aku lakukan sehari-hari di rumah, dan ia juga mengatakan bahwa setiap hantu penunggu rumah sangat menyukai tempat-tempat yang tenang jauh dari segala keramain. tempat-tempat yang tenang itu seperti dikamar, dikamar mandi, dibawah tempat tidur, didalam lemari dan lain- lain, sehingga mereka kadang sering muncul tanpa disengaja dan terlihat oleh kita, mereka juga tidak mempunyai niat untuk menakut- nakuti seluruh anggota keluarga dirumah, tetapi mereka hanya ingin melakukan hal-hal yang sama seperti apa yang kita lakukan sehari-hari dirumah seperti menonton televisi, makan bersama, bermain bersama, berdoa bahkan kegiatan lainya yang biasa kita lakukan.  Aku juga se

DINDING

Aku dan istriku baru pindah ke apartemen baru. Apartemen itu termasuk kecil; hanya ada dapur,satu kamar tidur,satu kamar mandi, dan ruang keluarga. Semua bagian ruangan juga termasuk kecil, Kami tidak begitu memusingkan hal ini karna harga sewanya lumayan murah. Aku dan istriku tidak punya cukup uang untuk menyewa apartemen lain lagi, jadi kami berusaha membuat kami merasa nyaman di apartemen baru kami ini. Satu hal teraneh disini adalah dinding bagian kiri seperti berongga, seperti ada ruang didalamnya. Sedangkan dinding sebelah kanan terbuat dari beton yang kokoh. Aku tidak menyadari hal ini saat pertama kali kami pindah. Tetangga kami sangat individual sekali. Ketika kami pindah, satu-satunya tetangga yang beramah tamah pada kami adalah pasangan White. Pasangan itu tinggal tepat di sebelah apartemen kami,dan mereka adalah pasangan tua (kakek-nenek). Mereka sangat baik. Ketika pertama kali kami datang, mereka membawakan kami hadiah “welcome to the building”, yang mana selalu mereka l

KAMERA CCTV

Ada dua orang remaja pria yang bersahabat karib, mereka bersahabat sejak mereka sekolah. Karena kebutuhan ekonomi dan untuk menambah uang saku mereka berdua bekerja part time disebuah toserba kecil yang buka selama 24 jam. Mereka mulai bekerja sejak tengah malam dan shift berakhir pada jam 7 pagi keesokan harinya. Karena dua remaja ini bekerja pada malam hari dimana sedikit pelanggan yang datang, mereka berdua seringkali merasa bosan. Mereka lebih sering duduk dibelakang meja kasir, ngobrol, menonton film atau bermain game di ipad mereka. Pada suatu malam mereka seperti biasanya duduk dibelakang meja kasir, mengobrol dan makan makanan kecil. Monitor kamera keamanan ada di belakang meja kasir, dan posisi membelakangi meja kasir, dan selang beberapa waktu mereka tidak melihat apa apa. Karena pengunjung tiap malam selalu sepi bahkan nyaris tidak ada, mereka mengecek monitor ini sesekali saja. Layar monitor ini terbagi menjadi empat, merekam empat bagian dari toserba tersebut yaitu; parkir

PERKEMAHAN BERHANTU

Untuk mengisi hari libur maka Dony mengajak teman teman kuliahnya untuk pergi berkemah ke suatu tempat yang belum pernah ia jelajahi sebelumnya. Dony hanya mendapat sedikit informasi mengenai lokasi yang katanya terkenal angker itu. Oleh sebab itu Dony yang dikenal para sahabatnya adalah sang petualang sejati merasa sangat tertantang dengan hal itu. Namun yang membuat hati Dony kecewa ialah dari sekian banyak temannya,hanya dua orang yang mau ikut bersamanya. Alasannya karena takut dan jauh. Tapi tidak apalah menurut Dony,karena tekadnya sudah bulat dan ia beranggapan sejauh mana sih keangkeran daerah itu? Singkat cerita maka Dony,Bram dan Vivi pun berangkat dengan membawa perlengkapan dan perbekalan masing masing didalam ransel mereka sambil mengayuh sepeda dengan semangat. Mereka bertiga melalui jalan yang sangat terjal dan berliku liku. Jalan aspal yang sangat hitam itu sedikit ditutupi kabut dan terdapat pohon pohon pinus yang menjulang tinggi disekelilingnya. Udaranya sangat sejuk

TEMAN BARU MISTERIUS

Aku baru saja pulang dari acara penghiburan dirumah teman kuliahku yang kini belum tahu dimana keberadaannya. Orang tuanya sangat sedih dan terpukul dengan kejadian itu. Sudah beberapa personil kepolisian dikerahkan untuk mencarinya namun semuanya sia sia. Mau tidak mau polisi harus membuat statusnya menjadi DPO. Kulihat jam tanganku sudah pukul 7 malam,tapi bus yang ingin kutumpangi tidak muncul muncul juga. Sementara ibu sudah beberapa kali menghubungiku untuk segera pulang. Selang beberapa menit,kulihat seorang lelaki sebayaku berhenti tepat didepanku. Ia menawarkan tumpangan kepadaku namun aku heran ternyata masih ada orang jaman sekarang yang mau menolong orang lain. Tanpa basa basi aku langsung saja naik keatas motornya. Katanya ia mengenalku,tapi kapan? Aku bingung dan merasa tidak pernah bertemu dengannya sebelumnya. Tapi biarlah,aku hanya meng-iya kan semua omongannya,yang penting aku sudah dapat tumpangan dan ingin bertemu dengan ibuku secepatnya. Disepanjang jalan aku menciu

DARAH MAYAT

Semakin hari keadaan Jeffry bukan malah semakin membaik,justru keadaannya semakin parah dan tidak terkendalikan lagi. Hari harinya dihabiskannya didalam sebuah ruangan besi yang terkunci sangat rapat. Ia terus meronta ronta seperti orang gila yang mengamuk. Orang tuanya sangat stres menghadapi ini semua. Tidak ada seorang dokter pun yang mengetahui apa penyebabnya. Suatu hari ayahnya baru sadar bahwa tiga bulan yang lalu ada seorang kakek yang mau mendonorkan darahnya kepada Jeffry karena waktu itu Jeffry kritis akibat kecelakaan motor. Jadi kalau tidak ada orang yang mau mendonorkan darahnya kepadanya maka Jeffry akan mati. Apakah itu penyebabnya atau tidak,itulah yang ingin diselidiki oleh ayah Jeffry. Dengar dengar cerita orang katanya kakek itu tinggal tidak jauh dari area pemakaman yang terletak dipinggir sungai. Akhirnya malam itu juga tepatnya pukul 8 malam si ayah pun pergi untuk menemuinya. Di kayuhnya sepedanya sekuat tenaga dan ia merasakan malam itu sangat dingin sekali. Se

TEROR SAUDARA KEMBAR

Bobs yang berusia 15 tahun terlihat sangat sedih atas kepergian saudara kembarnya,Boby. Saudaranya itu telah meninggal akibat suatu kecelakaan bus yang mereka tumpangi sewaktu pulang sekolah,sementara Bobs selamat. Bobs yang dulunya periang kini menjadi pendiam dan kebanyakan murung. Maklumlah,dulu mereka selalu kompak dan bersama kemanapun mereka pergi. Suatu malam,ketika Bobs tidur,ia bermimpi didatangi arwah Boby dan ingin mencekiknya. Wajah Boby terlihat sangat pucat dan dipenuhi darah,juga kedua matanya melotot. Bobs berteriak teriak minta tolong kepada ibunya. Dengan sigap Bobs pun terbangun dan duduk,lalu dilihatnya badannya sudah keringat dingin. Ia sangat ketakutan malam itu. Dia mendengar anjing terus menggonggong dari arah luar. Ia pun merinding ketakutan. Kemudian Bobs menyalakan lampu kamar dan bergegas berjalan menuju kamar ibunya. Ia mengetuk ngetuk pintu dan mencoba membangunkan ibunya tapi gagal. Ia melihat jam dinding sudah pukul 2 dini hari. Dari tadi suara longlonga

Mancing Dimalam Suro

Aku kan Punya Hobby mancing. Singkat kata aku dapat informasi dari seorang temen bahwa di sungai Plampeyan “nama sebuah Sungai di kec.Jatinom, kab.klaten” banyak ikannya. Nah mendapat info kaya gitu, aku yang emang Hobbynya Mancing tertarik untuk mencoba. Setelah berembug dengan 2 org temen yang Laen “Bukan temen yang ngasih Info”, akhirnya kita sepakat untuk pergi mancing malam jum’at. Aq lupa pasnya malam jum’at apa tapi yang jelas tuch malam jum’at juga bertepatan dgn malam satu suro.!! Setelah hari yang telah disepakati n mempersiapkan perlengkapan yang di butuhkan, sktr pkl 19.00 wib akhirnya kita bertiga berangat juga ke sungai Plampeyan. perjalanan sktr 45 menit akhirnya sampai juga ke tempat tujuan. Awalnya sech tidak ad yang aneh.  Makanya tanpa berpikir panjang kita bertiga langsung memarkirkan motor ditanah lapang diatas tebing, yang kebetulan untuk menuju lokasi kita mancing. Kita hrs menuruni tebing setinggi 3-4 m. Setelah beberapa jam tdk mendapat sambaran, kita sepakat u

GELAP

Sepintas tidak ada yang istimewa dari temanku ini, Emily begitulah orang2 memanggilnya, rambutnya ikal bewarna merah maron, matanya coklat terang, kulitnya putih mungkin lebih tepatnya putih pucat, dia pendiam dan tertutup, banyak juga cowok tertarik padanya, namun mereka mundur karena Emily tidak memberi sinyal apapun. Aku mengenalnya dua bulan lalu, ia satu universitas denganku, dan kamipun satu jurusan, satu hal yang aneh, Emily sangat takut sekali dengan suasana gelap, dan dia selalu menghindar dari kegelapan. Pernah suatu ketika kami ada kuliah malam, tiba2 listrik padam, spontan Emily berteriak2 dan menjerit ketakutan, ia mencengkram lenganku dengan kuat. Semua yang ada diruangan panik dan berusaha menenangkannya, saat listrik kembali menyala aku melihat ada luka cakar di lenganku, mungkin itu adalah bekas cakarannya yang begitu ketakutan, rasanya cukup perih, tapi mau gimana dia melakukannya tidak sengaja. Setelah beberapa bulan pertemananku, pada suatu senja aku mengajak Emily

APARTEMENT

“Hufft.... capeknya habis bersih-bersih, ya aku baru saja pindah ke apartemen ini, apartemen ini lumayan sih, walaupun kecil namun cukup bersih, namun ada beberapa sudut yang perlu ditata ulang”.Aku bergumam dalam hati, habis bersih2 aku mencoba melepas penat sejenak, kusingkapkan tirai jendela sedikit tiba2 mataku menangkap sesuatu, ya ada bayangan di seberang sana, bayangannya samar2, tepatnya diseberang kamar apartemenku yang hanya dipisahkan bangunan kosong atau tepatnya lapangan kecil, mungkin untuk tempat olahraga. Tiba-tiba bayangan itu menghilang aq mencoba mencari2nya dengan pandanganku, aku sembunyikan wajahku dibalik tirai, setelah 20 menit berlalu bayangan itu tak kunjung muncul, aku tertawa geli, kenapa aku menjadi seorang penguntit disini, jika ada yang melihatku, betapa malunya aku, sudahlah aku beranjak untuk segera mandi, dan setelah itu aku mencoba tidur. Hari-hari aku lalui seperti biasa, tidak ada yang yang salah, namun pada minggu ke tiga aku di apartemen ini terja