Langsung ke konten utama

Hantu Perban

Kiriman member : Ervan Syah

Kisah ini menceritakan tentang sesosok misterius yang mengerikan, yang seluruh tubuhnya di selimuti oleh balutan perban. Kisah ini telah terjadi tepat pada tahun 1960 di sekitar jalan Cannon Beach, Oregon.

Di Cannon Beach ada sebuah jalan tua yang tidak diperbaharui semenjak orde lama, jalan itu bernama Highway 101, jalan ini terbentang luas di pinggiran pantai Cannon dan jalan ini cukup populer bagi para remaja sebagai tempat berkumpul dan untuk rekreasi.

Suatu malam tepat di hari sabtu ada sepasang remaja (perempuan dan laki-laki) yang sedang berkendara mobil dan melintas melewati jalan ini, dan memarkirkan mobilnya tepat di sisi trotoar pantai pinggir jalan dan di malam yang sunyi sekitar pukul 01:00am.

Mereka sedang asik bermesraan, tak lama kemudian mereka mendengar suara aneh yang datang dari arah pantai, suara itu seperti suara orang yang sedang berteriak, tak lama kemudian mereka melihat di ujung pantai sesosok putih yang sedang menuju ke arah mereka.

Sosok putih itu berbalut perban di seluruh tubuhnya dan tampak menyeramkan sedang berlari cepat menuju ke arah mereka dan dalam keadaan basah, mulutnya sedang mengeram-eram dan berteriak tetapi suaranya teredam oleh perban, kemudian sepasang remaja itu mulai ketakutan dan berteriak histeris kemudia cepat-cepat masuk kedalam mobil mereka.

Kemudian mereka langsung menancap gas dan berusaha secepat mungkin pergi dari pantai, sang pacar dengan histeris menutup matanya dengan kedua tangannya dan terus menjerit ketakutan tanpa henti.

Sosok itu semakin dekat dan tepat berada di belakang mobil mereka, mereka masih bisa mendengar suara eraman yang mengerikan dari sosok itu, kemudian makhluk itu langsung menggedor-gedor jendela belakang mobil sehingga kaca di bagian tersebut pecah.

Tanpa di sadari mereka terus melaju dengan mobil mereka tanpa melihat ke arah belakang. Dan akhirnya setelah mereka berhasil meloloskan diri dari sosok misterius itu, mereka sampai di kota dan berhenti di sebuah stasiun pelayanan kota.

Salah satu dari mereka keluar dari mobil dan memeriksa kaca mobil yang pecah di bagian belakang, ternyata atap bagian mobil penyok dan sepertinya sosok misterius itu ingin berusaha masuk ke dalam mobil, kemudian mereka menemukan beberapa bagian atau sobekan-sobekan perban yang tertinggal di pecahan kaca.

Sejak peristiwa tersebut mereka tidak berani lagi melintasi jalan Highway 101 di Cannon Beach. Para pengendara yang lain juga telah melaporkan bahwa mereka melihat sosok misterius yang aneh dan seluruh tubuhnya telah dibungkus oleh perban, dan mengganggu mereka.

Mereka mengatakan bahwa sosok misterius itu adalah sosok yang sangat mengerikan. Mereka yang sempat menghentikan mobilnya di jalan itu tiba-tiba saja sosok misterius itu datang dan berlari mendekati mobil mereka kemudian menyerangnya dengan menghancurkan kaca mobil dengan sangat kejam.

Para penduduk sekitar di Cannon Beach mengatakan bahwa sosok perban itu adalah Hantu Logger, seseorang yang telah terpotong-potong dalam kecelakaan penggergajian suatu proyek usaha, dan mereka juga mengatakan bahwa orang itu terluka parah oleh gergaji, dan telah meninggal di rumah sakit saat dibungkus dengan perban.

Warga setempat percaya bahwa arwahnya datang kembali untuk membalas dendam bagi kematiannya yang tidak wajar akibat kecelakaan yang menimpanya. Sampai saat ini sosok itu masih menghantui di jalan Highway 101 di kota Cannon Beach, Oregon.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita Hantu TPU Karet Bivak Jakarta

cerita Legenda Cerita hantu TPU karet Bivak ini dialami oleh seorang sopir taksi di Jakarta yang mendapat penumpang 3 wanita cantik. Ketika taksi telah berada di sekitar TPU salah seorang penumpang baru berbicara dan memerintahkan taksi agar memutar arah. Tanpa ada kecurigaan Sopir taksi ini pun menuruti perkataan ketiga cewek tersebut. Setelah sepanjang jalan akhirnya sampailah ke tempat tujuan, dan salah satu wanita tersebut akhirnya turun dan meminta sopir taksi tersebut menunggu. Setelah sekian lama akhirnya sopir taksi tersebut penasaran dan akhirnya menoleh ke belakang, setelah menoleh dia pun pingsan dan akhirnya ditemukan oleh warga sekitar. Kejadian belum berakhir, warga berbondong bondong menuju ke lokasi dan terheran heran ada taksi di pemukiman mereka. Bagaimana tidak heran ketika jalan di pemukiman mereka hanya ada gang sempit yang hanya muat untuk motor. Sang sopir pun akhirnya di introgasi dan menceritakan ceritanya. Sopir tersebut ternyata tadi malam menganggap pemukima...

Anak Yang Bisa Melihat Masa Lalu

Kiriman member : Yuriko Ville Maaf bos saya ingin berbagi kisah nyata yang di alami anak teman sekantor saya....mungkin judulnya Anak bisa melihat masa lalu. waktu itu di tahun 2011 bulannya lupa., Kami pergi ketempat pemancingan di daerah Krawang Jawa Barat, waktu itu kami asyik makan rame-rame di tempat pemancingan tersebut bersama rombongan ( 6 orang), tiba-tiba anak teman saya yang bernama Aziz berkata , mak dulu di situ khan ada orang mati kecebur di kolam, sambil menunjuk pojok kolam...spontan semua kaget dan dan nggak semangat makan.. Teman saya berkata memang siapa yang kecebur nak, Aziz menjawab Abang-abang mak. Rasa agak merinding tetapi tetap melanjutkan acara memancing karena sudah membayar sewa tempat dan ternyata dulunya pernah ada orang meninggal kecebur disitu kata penjaga setempat. Dan di lain hari teman saya mengajak Aziz ke tempat neneknya di daerah Cianjur Jawa Barat...di perempatan jalan sebelum ke rumah neneknya Aziz kembali berkata mak itu dulu ada orang tertabra...

Mitos Dilarang Menindik di Jepang

Kiriman member : Ervan Syah Benang putih adalah sebuah kisah urban legend yang sangat aneh dan sangat terkenal di Jepang tentang bagian organ telinga. Selama tahun 1980an, legenda ini sangat populer di Jepang dan banyak anak-anak yang takut untuk menindik telinga mereka karena mereka percaya bahwa sebuah kisah urban legend itu benar dan nyata. Berawal dari seorang gadis muda yang sangat ingin menindik telinganya, yang konon pada saat itu di Jepang membuat larangan untuk tidak menindik telinga khususnya untuk anak perempuan di bawah umur dan masih bersekolah di sekolah dasar.  Ketika itu, Orang tuanya mengatakan kepadanya bahwa dia terlalu muda untuk menindik telinganya, tetapi dia memohon dan meminta pada orang tuanya dengan berbelas kasihan, dan gadis itu mengatakan bahwa semua gadis-gadis lain di kelasnya telah menindik di telinganya.  Akhirnya, orang tuanya menyetujuinya dan membiarkan dia untuk melakukannya. Mereka memberikanya uang dan menyuruhnya pergi ke sebuah pusat pe...