Langsung ke konten utama

Gundul Pringis

Cerita Legenda

Ada yang tau “Gundul Pringis” ? Orang jawa pasti udah familiar nih. Gundul pringis itu setan yang berwujud kepala tanpa tubuh. Jadi bentuknya kepala yang sedang meringis atau ketawa. Setan ini sering terlihat di sekitar pohon kelapa karena biasanya gundul pringis menjelma menjadi buah kelapa. Dari luar terlihat seperti buah kelapa tetapi ketika
 dikuliti dan dibelah. Cresh! Yang keluar bukannya air kelapa segar tapi darah.. hi..

Kalau munculnya menjelang magrib, gundul pringis biasanya menyamar sebagai ayam yang minta dikandangin. Begitu si ayam dipegang. Ciluba! Si ayam berubah menjadi kepala setan. Atau kalau malam setan ini biasanya menyamar sebagai buah kelapa yang jatuh. Nah jatuhnya ini pas banget ketika ada orang lewat.
Bentuknya sih kelapa, tapi ketika didekati berubah menjadi kepala yang sedang meringis atau ketawa. Sebutan lain dari gundul pringis adalah kepala gelinding. Kenapa? Karena hantu ini bisa mengejar dengan cara menggelinding.

 Bayangin coba..Ia pun akan mengejar para korbannya dengan menggelindingkan tubuhnya dengan cepat, dan bisa saja menggigit  sasarannya agar tidak bisa bergerak kemana-mana lagi.
Karena itu berhati-hatilah bila hendak menendangnya, karena bisa saja ia malah menggigit
Anda ta
npa ampun, Kecuali anda sedang menggunakan sepatu besi, maka itu ;)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita Hantu TPU Karet Bivak Jakarta

cerita Legenda Cerita hantu TPU karet Bivak ini dialami oleh seorang sopir taksi di Jakarta yang mendapat penumpang 3 wanita cantik. Ketika taksi telah berada di sekitar TPU salah seorang penumpang baru berbicara dan memerintahkan taksi agar memutar arah. Tanpa ada kecurigaan Sopir taksi ini pun menuruti perkataan ketiga cewek tersebut. Setelah sepanjang jalan akhirnya sampailah ke tempat tujuan, dan salah satu wanita tersebut akhirnya turun dan meminta sopir taksi tersebut menunggu. Setelah sekian lama akhirnya sopir taksi tersebut penasaran dan akhirnya menoleh ke belakang, setelah menoleh dia pun pingsan dan akhirnya ditemukan oleh warga sekitar. Kejadian belum berakhir, warga berbondong bondong menuju ke lokasi dan terheran heran ada taksi di pemukiman mereka. Bagaimana tidak heran ketika jalan di pemukiman mereka hanya ada gang sempit yang hanya muat untuk motor. Sang sopir pun akhirnya di introgasi dan menceritakan ceritanya. Sopir tersebut ternyata tadi malam menganggap pemukima...

Anak Yang Bisa Melihat Masa Lalu

Kiriman member : Yuriko Ville Maaf bos saya ingin berbagi kisah nyata yang di alami anak teman sekantor saya....mungkin judulnya Anak bisa melihat masa lalu. waktu itu di tahun 2011 bulannya lupa., Kami pergi ketempat pemancingan di daerah Krawang Jawa Barat, waktu itu kami asyik makan rame-rame di tempat pemancingan tersebut bersama rombongan ( 6 orang), tiba-tiba anak teman saya yang bernama Aziz berkata , mak dulu di situ khan ada orang mati kecebur di kolam, sambil menunjuk pojok kolam...spontan semua kaget dan dan nggak semangat makan.. Teman saya berkata memang siapa yang kecebur nak, Aziz menjawab Abang-abang mak. Rasa agak merinding tetapi tetap melanjutkan acara memancing karena sudah membayar sewa tempat dan ternyata dulunya pernah ada orang meninggal kecebur disitu kata penjaga setempat. Dan di lain hari teman saya mengajak Aziz ke tempat neneknya di daerah Cianjur Jawa Barat...di perempatan jalan sebelum ke rumah neneknya Aziz kembali berkata mak itu dulu ada orang tertabra...

Mitos Dilarang Menindik di Jepang

Kiriman member : Ervan Syah Benang putih adalah sebuah kisah urban legend yang sangat aneh dan sangat terkenal di Jepang tentang bagian organ telinga. Selama tahun 1980an, legenda ini sangat populer di Jepang dan banyak anak-anak yang takut untuk menindik telinga mereka karena mereka percaya bahwa sebuah kisah urban legend itu benar dan nyata. Berawal dari seorang gadis muda yang sangat ingin menindik telinganya, yang konon pada saat itu di Jepang membuat larangan untuk tidak menindik telinga khususnya untuk anak perempuan di bawah umur dan masih bersekolah di sekolah dasar.  Ketika itu, Orang tuanya mengatakan kepadanya bahwa dia terlalu muda untuk menindik telinganya, tetapi dia memohon dan meminta pada orang tuanya dengan berbelas kasihan, dan gadis itu mengatakan bahwa semua gadis-gadis lain di kelasnya telah menindik di telinganya.  Akhirnya, orang tuanya menyetujuinya dan membiarkan dia untuk melakukannya. Mereka memberikanya uang dan menyuruhnya pergi ke sebuah pusat pe...