Langsung ke konten utama

Ditemenin Pocong

Kiriman member : Jaya Hayadi

Cerita ini dialami oleh temen saya, Waktu itu disekolahnya diadain acara kemah dan dia sama temen-temennya ditunjuk sebagai panitia. Mereka punya niatan buat ngerjain anak-anak yang sedang kemah dengan berdandan ala Pocong. maka dia sebut aja Doni sama temennya Agung mulai berdandan ala pocong.

Temen gua ini si doni selesai duluan. Dia udah mirip banget sama pocong. gara-gara udah kelar dan males nunggu dia keluar duluan. Dia jalan-jalan sambil lompat-lompat disepanjang koridor. Dia langsung menuju ke lantai 2 buat langsung ngerjain anak-anak.

Akhirnya dia pergi ke tangga yang berada disebelah kamar mandi cowok yang gelap diujung. Tangganya dipojokan dan gelap. Dia bersusah paya naikin tuh tangga sampai kelantai dua. Pas udah nyampe ke lantai 2 dia ke kelas pertama buat nakut-nakutin orang. Dia pergi ke kelas 2 A. Lantai dua ternyata lampunya mati semua dan suasana tenang banget.

setelah tiba dikelas 2 A dia masuk dan mulai nakutin. Ternyata di kelas tersebut gak ada orang. lampunya mati semua.

"Yaaah... nggak ada orang."
si doni kemudian keluar dari kelas. Pas diluar dia ketemu sama orang yang dandanannya sama kaya dia. cuma lebih serim. Wajahnya lebih serem dan ada bekas-bekas tanah dikainnya. si doni mikir kalo itu si Agung.
"Gila lo gung, keren banget dandannya lo. Serem abis." kata doni. tapi temennya diem aja dengan mata melotot serem. "Gak usah melotot gitu ah. Serem tau!" kata doni. "Ya udah kita ke kelas lain aja."

Si doni sama temennya mulai pergi ke kelas lain. selama itu mereka berdua diem-dieman. doni melompat paling depan dan temannya dibelakang. Pas nyampe ke kelas lain mereka masuk dan gak ada orang. ternyata emang lantai dua masih kosong, soalnya anak-anak masih dilapangan depan sekolah buat api unggunan. Akhirnya si doni ngajak temannya buat turun balik kelantai satu.

"Yuk turun yuk gung!" ajak doni. tapi temennya masih diem aja dan matanya masih terus melotot serem ke arah agung.

doni lantas mimimpin ke tangga. Di tangga doni turun duluan. dia dengan susah payah turun ke lantai satu. pas nyampe dilantai 1 yang gelap dan serem doni ngeliat temannya udah dibawah aja nungguin dia sambil melototin doni.

"Gila cepet banget lo nyampe sih. Lo lewat mana gung?" tanya doni. dan temannya masih aja diem sambil ngeliatin doni.

"Ke ruangan yuk!" Kata doni.

doni mimpin jalan balik keruang dandan diikuti sama temennya dari belakang. pas nyampe di ruangan dandan dia liat agung sama teman-temannya lagi nyantai sambil makan sate.

"Gung, lo udah sampe sini aja?" kata doni pas nyampe.

"Lah gua mah dari tadi disini. dandannya masih lama soalnya anak-anak masih pada dilapangan. lagi makan sate nih." kata agung. ternyata agung emang belum selesai dandan dari tadi.

"Terus... yang nemenin gua tadi dilantai dua siapa?" tanya doni. 

"Emang lo ama siapa tadi?" Tanya temennya yang cewek.

"Ada pocong juga tapi serem banget nemenin gua jalan2 dilantai dua. Melotot mulu kerjanya. Elo kali gung?"

"Bukaaan... gua dari tadi disini." kata agung. "Gak kemana-mana gua."

"Berarti yang nemenin gua tadi..."

Si doni langsung pingsan kemudian. temen gua itu terus sakit selama 3 hari. pas sembuh dia akhirnya cerita kalo waktu itu yang nemenin dia adalah Pocong Beneran!



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita Hantu TPU Karet Bivak Jakarta

cerita Legenda Cerita hantu TPU karet Bivak ini dialami oleh seorang sopir taksi di Jakarta yang mendapat penumpang 3 wanita cantik. Ketika taksi telah berada di sekitar TPU salah seorang penumpang baru berbicara dan memerintahkan taksi agar memutar arah. Tanpa ada kecurigaan Sopir taksi ini pun menuruti perkataan ketiga cewek tersebut. Setelah sepanjang jalan akhirnya sampailah ke tempat tujuan, dan salah satu wanita tersebut akhirnya turun dan meminta sopir taksi tersebut menunggu. Setelah sekian lama akhirnya sopir taksi tersebut penasaran dan akhirnya menoleh ke belakang, setelah menoleh dia pun pingsan dan akhirnya ditemukan oleh warga sekitar. Kejadian belum berakhir, warga berbondong bondong menuju ke lokasi dan terheran heran ada taksi di pemukiman mereka. Bagaimana tidak heran ketika jalan di pemukiman mereka hanya ada gang sempit yang hanya muat untuk motor. Sang sopir pun akhirnya di introgasi dan menceritakan ceritanya. Sopir tersebut ternyata tadi malam menganggap pemukima...

Cerita Hantu, Inilah Game hantu yang Wajib Kamu Coba!!

Cerita Hantu, Inilah Game hantu yang Wajib Kamu Coba!! Indonesia sekarang sudah bisa membuat game-game yang lumayan berkualitas dengan efek 3d, dan karena game horornya yang membuat orang indonesia, maka otomatis yang jadi hantunyapun hantu lokal, seperti pocong, kuntilanak dan lain-lain. langsung saja ke game yang pertama   Cerita Hantu, Inilah Game hantu yang Wajib Kamu Coba!! 1. Dread Out Pertama Game hantu yang Wajib Kamu Coba yang di usung digital happines ini bercerita tentang anak sma bernama linda yang sedang menjalani liburan bersama temannya, tapi di tengah perjalanan entah kenapa si Linda ini terbangun di dalam sebuah gubuk, linda harus mencari jalan keluar dari tempat ini sebelum jadi mangsa hantu di dalam gubuk tersebut. Disini linda memakai kamera handphone supaya bisa melihat hantu yang bergentayangan, biasanya yang sering muncul kuntilanak, dan kalau tidak salah cara mengalahkan hantunya yaitu dengan menyalakan blitz kamera ke hantu tersebut beberapa kali. ini sit...

Lelegom

. Author: Aslan Yakuza . . Dulu, di sebuah  perkampungan  yang berada di tengah hutan, terbesit cerita menyeramkan. Seluruh penduduknya dihantui rasa takut akan kedatangan makhluk besar, berbulu, dengan wajah mirip kera namun mulutnya lebar nyaris ke telinga. . Makhluk itu dijuluki warga sekitar dengan nama: Lelegom. Nama itu diberikan oleh salah seorang warga yang katanya pernah melihat sosok makhluk tersebut saat mendatangi rumahnya dan menculik sang istri. . "Dia mendobrak pintu belakang dan langsung menyerangku hingga pinsan," kata lelaki kurus itu, kepada ketua desa dan warga setempat. "Makhluk itu sangat besar, hampir dua kali lipat dibanding saya," lanjutnya. "Tapi, aku sempat melihat jelas sosok makhluk berbulu itu. Mulutnya lebar, giginya besar-besar, dan di bibirnya yang agak jontor itu ada kumis seperti ikan lele," tutup lelaki itu. . Sejak saat itu warga desa makin waspada. Jangankan malam tiba, siang hari saja penduduk di sana ekstra waspada k...