Langsung ke konten utama

Penampakan Nenek-nenek di Kontrakan Berhantu

Saya punya banyak cerita tentang kejadian nyata seputar mahluk halus/jin di mana tempat saya tinggal sejak kecil. Begini ceritanya ...

Di tempat saya tinggal, disana banyak sekali tempat kontrakan yang disewakan oleh pemiliknya yang asli pribumi (Betawi/Jakarta). Disana ada sebuah kontrakan yang dibilang sangat seram dimana para penghuninya sering diganggu oleh sebuah penampakan.

Suatu ketika waktu itu jam 7 malam selepas adzan isya, Rizal (penyewa kontrakan) melaksanakan shalat isya. Rizal melakukan shalat dengan khusyuk-nya. Setelah tahiyatul akhir dan memberi salam Rizal pun kaget sekaget-kagetnya.

Didepannya di ujung sajadahnya terlihat seorang nenek-nenek yang sedang duduk melihatnya dengan senyuman yang manis tetapi mukanya terlihat sangat pucat sekali. Rizal pun terpaku kepada sosok nenek-nenek yang ada dihadapannya dan Rizal tak dapat bergerak sedikit pun, apa lagi mengeluarkan kata-kata (Rizal berniat memanggil istrinya yang berada di ruang tamu dan Rizal hanya bisa beristighfar dalam hati).

Selama kurang lebih satu menit nenek-nenek itu pun hilang dan Rizal pun baru bisa bergerak. Ia pun langsung menceritakan kejadian yang di alaminya kepada istrinya. Istrinya pun berkata "Mungkin itu nenek kamu, kamu sudah mengirimkan doa untuknya. Ini kan malam Jumat, coba kamu kirimkan surat yasin untuk beliau".

Rizal pun berkata "Dia tak seperti nenek aku sayang, tapi aku juga lupa mengirimnya doa. Baiklah, mungkin nenek aku ingin aku mendoakannya dengan membaca surat yasin" (akhirnya dia pun membacakan surat yasin untuk neneknya. Istrinya sedang haid/datangbulan, jadi tidak bisa menemani suaminya membaca surat yasin).

Istrinya pun pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri, cuci muka dan gosok gigi, lalu memakai pelembab sebelum tidur sambil berhadapan dengan cermin (cermin yang nampak mukanya saja terpasang di dinding ruang tamu). Sambil menoleh ke cermin dan lagi asik memoles-moles mukanya, betapa terkejutnya sang istri, yang berada dicermin bukanlah wajahnya tapi wajah seorang nenek-nenek dengan tatapan sangat tajam memandang matanya.

Pelembab pun jatuh karena kagetnya. Sambil mengucapkan "istighfar" wajah nenek dicermin itu hilang dan suaminya pun datang menanyakan kepada istrinya tentang apa yang terjadi. Istrinya pun terasa lemas setelah mengalami kejadian itu dan duduk di sofa dan menceritakan kepada suaminya. Ternyata penampakan nenek itu, sama seperti yang dialami oleh suaminya.

Kejadian ini terjadi berulang kali selama Rizal dan istrinya tinggal di kontrakan itu, dan menurut Rizal dan istrinya setiap sehabis adzan shubuh sering muncul suara orang menyapu mengunakan sapu lidi di samping kiri kontrakan itu (disana ada tanah kosong juga pohon kelapa kecil. Rizal tak berani melihatnya).

Didepan kontrakan ada jalan keluar masuk kampung dan ada juga gardu listrik JASA MARGA (dimana tempat mahluk halus berkumpul/bekas korban pembuatan dan kecelakaan jalan TOL). Atas kemauan istrinya, Rizal pun pindah dari kontrakan itu dan hanya menempatinya sekitar satu bulan. Anehnya, setiap ada yang mengontrak pasti mengalami kejadian serupa, dan akhirnya kontrakan itu dijual dan dibongkar lalu dibangun oleh pemilik yang baru.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita Hantu TPU Karet Bivak Jakarta

cerita Legenda Cerita hantu TPU karet Bivak ini dialami oleh seorang sopir taksi di Jakarta yang mendapat penumpang 3 wanita cantik. Ketika taksi telah berada di sekitar TPU salah seorang penumpang baru berbicara dan memerintahkan taksi agar memutar arah. Tanpa ada kecurigaan Sopir taksi ini pun menuruti perkataan ketiga cewek tersebut. Setelah sepanjang jalan akhirnya sampailah ke tempat tujuan, dan salah satu wanita tersebut akhirnya turun dan meminta sopir taksi tersebut menunggu. Setelah sekian lama akhirnya sopir taksi tersebut penasaran dan akhirnya menoleh ke belakang, setelah menoleh dia pun pingsan dan akhirnya ditemukan oleh warga sekitar. Kejadian belum berakhir, warga berbondong bondong menuju ke lokasi dan terheran heran ada taksi di pemukiman mereka. Bagaimana tidak heran ketika jalan di pemukiman mereka hanya ada gang sempit yang hanya muat untuk motor. Sang sopir pun akhirnya di introgasi dan menceritakan ceritanya. Sopir tersebut ternyata tadi malam menganggap pemukima...

Anak Yang Bisa Melihat Masa Lalu

Kiriman member : Yuriko Ville Maaf bos saya ingin berbagi kisah nyata yang di alami anak teman sekantor saya....mungkin judulnya Anak bisa melihat masa lalu. waktu itu di tahun 2011 bulannya lupa., Kami pergi ketempat pemancingan di daerah Krawang Jawa Barat, waktu itu kami asyik makan rame-rame di tempat pemancingan tersebut bersama rombongan ( 6 orang), tiba-tiba anak teman saya yang bernama Aziz berkata , mak dulu di situ khan ada orang mati kecebur di kolam, sambil menunjuk pojok kolam...spontan semua kaget dan dan nggak semangat makan.. Teman saya berkata memang siapa yang kecebur nak, Aziz menjawab Abang-abang mak. Rasa agak merinding tetapi tetap melanjutkan acara memancing karena sudah membayar sewa tempat dan ternyata dulunya pernah ada orang meninggal kecebur disitu kata penjaga setempat. Dan di lain hari teman saya mengajak Aziz ke tempat neneknya di daerah Cianjur Jawa Barat...di perempatan jalan sebelum ke rumah neneknya Aziz kembali berkata mak itu dulu ada orang tertabra...

Mitos Dilarang Menindik di Jepang

Kiriman member : Ervan Syah Benang putih adalah sebuah kisah urban legend yang sangat aneh dan sangat terkenal di Jepang tentang bagian organ telinga. Selama tahun 1980an, legenda ini sangat populer di Jepang dan banyak anak-anak yang takut untuk menindik telinga mereka karena mereka percaya bahwa sebuah kisah urban legend itu benar dan nyata. Berawal dari seorang gadis muda yang sangat ingin menindik telinganya, yang konon pada saat itu di Jepang membuat larangan untuk tidak menindik telinga khususnya untuk anak perempuan di bawah umur dan masih bersekolah di sekolah dasar.  Ketika itu, Orang tuanya mengatakan kepadanya bahwa dia terlalu muda untuk menindik telinganya, tetapi dia memohon dan meminta pada orang tuanya dengan berbelas kasihan, dan gadis itu mengatakan bahwa semua gadis-gadis lain di kelasnya telah menindik di telinganya.  Akhirnya, orang tuanya menyetujuinya dan membiarkan dia untuk melakukannya. Mereka memberikanya uang dan menyuruhnya pergi ke sebuah pusat pe...